Pengertian Perusahaan Manufaktur
Pengertian perusahaan manufaktur menurut para ahli adalah perusahaan yang mengolah bahan baku menjadi barang jadi
Dan dalam proses pengolahannya, bahan baku tersebut dikombinasikan dengan bahan pembantu lainnya dan didukung oleh variable cost (biaya variabel) dan fixed cost (biaya tetap).
Biaya variabel adalah biaya yang jumlahnya tergantung pada kuantitas barang jadi yang diproduksi.
Biaya variabel akan meningkat jika barang yang diproduksi juga naik.
Misalnya, biaya bahan baku dan tenaga kerja langsung.
Sedangkan biaya tetap adalah biaya yang tidak tergantung pada jumlah barang yang diproduksi.
Misalnya, biaya sewa, gaji pegawai tetap, dan pengeluaran biaya bulanan yang jumlah sama.
Contoh perusahaan manufaktur

Berikut daftar perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI (Bursa Efek Indonesia).
Perusahaan manufaktur di Jakarta:
- Delta Djakarta Tbk
- Indofood Sukses Makmur Tbk
- Indofood CBP Sukses Makmur Tbk
- Chandra Asri Petrochemical Tbk
- Krakatau Steel Tbk
- Titan Kimia Nusantara Tbk
- Astra International Tbk
- Goodyear Indonesia Tbk
- Gajah Tunggal Tbk
- Indomobil Sukses International Tbk
- Nippon Indosari Corporindo Tbk
Perusahaan manufaktur di Bandung:
- Alkindo Naratama Tbk
- PT Panasia Indo Resources Tbk
- Sunson Textile Manufacturer Tbk
- Ultrajaya Milk Industry and Trading Company Tbk
Perusahaan manufaktur di Surabaya:
- Sorini Agro Asia Corporindo Tbk
- Siantar Top Tbk
- Jaya Pari Steel Tbk
- PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk
- Eterindo Wahanatama Tbk
- Trias Sentosa Tbk
- Charoen Pokphand Indonesia Tbk
- Japfa Comfeed Indonesia Tbk
- Siearad Produce Tbk
- Surabaya Agung Industri Pulp & Kertas Tbk
- Suparma Tbk
- Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk
- Sekar Laut Tbk
- Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk
- Gudang Garam Tbk
Akuntansi Perusahaan Manufaktur

Rekening Perusahaan Manufaktur
Rekening-rekening utama perusahaan manufaktur pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan perusahaan jasa dan dagang.
Tapi ada rekening-rekening yang HANYA digunakan dalam perusahaan manufaktur, antara lain:
Rekening persediaan perusahaan manufaktur:
- Persediaan bahan baku
- Persediaan bahan pembantu
- Persediaan barang dalam proses
- Persediaan barang jadi
Rekening biaya produksi:
- Biaya bahan baku; biaya angkut pembelian bahan baku
- Biaya tenaga kerja langsung; insentif, upah langsung
- Biaya overhead pabrik (bop); sewa pabrik, asuransi pabrik, listrik, air, penyusutan
- Harga pokok produksi
Metode Pencatatan Persediaan
Metode pencatatan persediaan perusahaan manufaktur ada 2, yaitu:
- Metode pencatatan periodikal
- Metode pencatatan perpetual
Metode Pencatatan Periodikal
Metode pencatatan periodikal adalah metode di mana mutasi jumlah barang tidak dicatat, baik pada saat pembelian atau saat digunakan untuk produksi.
Jurnal yang timbul dari transaksi yang berkaitan dengan barang adalah sebagai berikut:
Pembelian Bahan Baku/Pembantu:
(Debit) Pembelian Rp xxx
(Kredit) Hutang Dagang/Kas Rp xxx
(Kredit) Hutang Dagang/Kas Rp xxx
Pemakaian Baku/Pembantu:
Tidak dijurnal
Penjualan Barang Jadi:
(Debit) Piutang Dagang Rp xxx
(Kredit) Penjualan Rp xxx
(Kredit) Penjualan Rp xxx
Proses penyesuaian di akhir periode:
Mencatat nilai persediaan Akhir :
(Debit) Persediaan Bahan Baku (Akhir) Rp xxx
(Kredit) Ihtisar Pabrikasi (Bahan) Rp xxx
(Kredit) Ihtisar Pabrikasi (Bahan) Rp xxx
(Debit) Persediaan Barang Dalam Proses (Akhir) Rp xxx
(Kredit) Ihtisar Pabrikasi (Barang Dalam Proses) Rp xxx
(Kredit) Ihtisar Pabrikasi (Barang Dalam Proses) Rp xxx
(Debit) Persediaan Barang Jadi (Akhir) Rp xxx
(Kredit) Ihtisar Laba Rugi (Barang Jadi Akhir) Rp xxx
(Kredit) Ihtisar Laba Rugi (Barang Jadi Akhir) Rp xxx
Mencatat nilai persediaan Awal (pembalik pada awal periode) :
(Debit) Ihtisar Pabrikasi (Bahan) Rp xxx
(Kredit) Persediaan Bahan Baku (Awal) Rp xxx
(Kredit) Persediaan Bahan Baku (Awal) Rp xxx
(Debit) Ihtisar Pabrikasi (Barang Dalam Proses) Rp xxx
(Kredit) Persediaan Barang Dalam Proses (Awal) Rp xxx
(Kredit) Persediaan Barang Dalam Proses (Awal) Rp xxx
(Debit) Ihtisar Laba Rugi (Barang Jadi Awal) Rp xxx
(Kredit) Persediaan Barang Jadi (Awal) Rp xxx
(Kredit) Persediaan Barang Jadi (Awal) Rp xxx
Format Laporan Laba Rugi dengan menggunakan metode perpetual adalah sebagai berikut:


Metode Pencatatan Persediaan Perpetual

Metode pencatatan persediaan perpetual adalah metode pencatatan persediaan di mana mutasi jumlah barang selalu dicatat.
Baik jumlah barang saat pembelian maupun saat digunakan untuk proses produksi.
Jurnal yang timbul dari penggunaan metode pencatatan persediaan perpetual adalah sebagai berikut:
Pembelian Bahan baku dan pembantu:
(Debit) Persediaan Bahan Baku Rp xxx
(Debit) Persediaan Bahan Pembantu Rp xxx
(Kredit) Hutang Dagang /Kas Rp xxx
(Debit) Persediaan Bahan Pembantu Rp xxx
(Kredit) Hutang Dagang /Kas Rp xxx
Pemakaian Bahan baku dan pembantu :
(Debit) BDP Biaya Bahan Baku Rp xxx
(Kredit) Persediaan Bahan Baku Rp xxx
(Kredit) Persediaan Bahan Baku Rp xxx
(Debit) BDP Overhead Pabrik – Bahan Pembantu Rp xxx
(Kredit) Persediaan Bahan Pembantu Rp xxx
(Kredit) Persediaan Bahan Pembantu Rp xxx
Pemakaian/Pencatatan Biaya Upah dan Overhead:
(Debit) BDP Upah Langsung Rp xxx
(Kredit) Hutang Gaji/Upah Rp xxx
(Kredit) Hutang Gaji/Upah Rp xxx
(Debit) BDP Overhead Pabrik Sesungguhnya Rp xxx
(Kredit) Persediaan Bahan Pembantu Rp xxx
(Kredit) Kas/hutang Biaya Rp xxx
(Kredit) Persediaan Bahan Pembantu Rp xxx
(Kredit) Kas/hutang Biaya Rp xxx
Mencatat laporan Barang Jadi Hasil Produksi:
(Debit) Persediaan Barang Jadi Rp xxx
(Kredit) BDP Biaya Bahan Baku Rp xxx
(Kredit) BDP Upah Langsung Rp xxx
(Kredit) BDP Overhead Pabrik Rp xxx
(Kredit) BDP Biaya Bahan Baku Rp xxx
(Kredit) BDP Upah Langsung Rp xxx
(Kredit) BDP Overhead Pabrik Rp xxx
Mencatat laporan Barang Dalam Proses Akhir Periode:
(Debit) Persediaan Barang Dalam Proses Rp xxx
(Kredit) BDP Biaya Bahan Baku Rp xxx
(Kredit) BDP Upah Langsung Rp xxx
(Kredit) BDP Overhead Pabrik Rp xxx
(Kredit) BDP Biaya Bahan Baku Rp xxx
(Kredit) BDP Upah Langsung Rp xxx
(Kredit) BDP Overhead Pabrik Rp xxx
Penjualan Barang Jadi :
(Debit) Piutang Dagang Rp xxx
(Kredit) Penjualan Rp xxx
(Kredit) Penjualan Rp xxx
(Debit) Harga Pokok Penjualan Rp xxx
(Kredit) Persediaan Barang Jadi Rp xxx
(Kredit) Persediaan Barang Jadi Rp xxx
Proses penyesuaian di akhir periode:
Mencatat nilai persediaan Akhir (selisih antara catatan dan stock opname):
(Debit) Selisih persediaan Rp xxx
(Kredit) Persediaan Bahan Baku Rp xxx
(Kredit) Persediaan Barang Jadi Rp xxx
(Kredit) Persediaan Bahan Baku Rp xxx
(Kredit) Persediaan Barang Jadi Rp xxx
Dan format Laporan Laba Rugi menggunakan pencatatan persediaan perpetual adalah sebagai berikut:


No comments:
Post a Comment