Thursday, September 26, 2019

PERUSAHAAN MANUFAKTUR

Pengertian Perusahaan Manufaktur

Pengertian perusahaan manufaktur menurut para ahli adalah perusahaan yang mengolah bahan baku menjadi barang jadi
Dan dalam proses pengolahannya, bahan baku tersebut dikombinasikan dengan bahan pembantu lainnya dan didukung oleh variable cost (biaya variabel) dan fixed cost (biaya tetap).
Biaya variabel adalah biaya yang jumlahnya tergantung pada kuantitas barang jadi yang diproduksi.
Biaya variabel akan meningkat jika barang yang diproduksi juga naik.
Misalnya, biaya bahan baku dan tenaga kerja langsung.
Sedangkan biaya tetap adalah biaya yang tidak tergantung pada jumlah barang yang diproduksi.
Misalnya, biaya sewa, gaji pegawai tetap, dan pengeluaran biaya bulanan yang jumlah sama.

Contoh perusahaan manufaktur

contoh perusahaan manufaktur
Berikut daftar perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI (Bursa Efek Indonesia).

Perusahaan manufaktur di Jakarta:

  • Delta Djakarta Tbk
  • Indofood Sukses Makmur Tbk
  • Indofood CBP Sukses Makmur Tbk
  • Chandra Asri Petrochemical Tbk
  • Krakatau Steel Tbk
  • Titan Kimia Nusantara Tbk
  • Astra International Tbk
  • Goodyear Indonesia Tbk
  • Gajah Tunggal Tbk
  • Indomobil Sukses International Tbk
  • Nippon Indosari Corporindo Tbk

Perusahaan manufaktur di Bandung:

  • Alkindo Naratama Tbk
  • PT Panasia Indo Resources Tbk
  • Sunson Textile Manufacturer Tbk
  • Ultrajaya Milk Industry and Trading Company Tbk

Perusahaan manufaktur di Surabaya:

  • Sorini Agro Asia Corporindo Tbk
  • Siantar Top Tbk
  • Jaya Pari Steel Tbk
  • PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk
  • Eterindo Wahanatama Tbk
  • Trias Sentosa Tbk
  • Charoen Pokphand Indonesia Tbk
  • Japfa Comfeed Indonesia Tbk
  • Siearad Produce Tbk
  • Surabaya Agung Industri Pulp & Kertas Tbk
  • Suparma Tbk
  • Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk
  • Sekar Laut Tbk
  • Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk
  • Gudang Garam Tbk

Akuntansi Perusahaan Manufaktur

perusahaan manufaktur akuntansi

Rekening Perusahaan Manufaktur

Rekening-rekening utama perusahaan manufaktur pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan perusahaan jasa dan dagang.
Tapi ada rekening-rekening yang HANYA digunakan dalam perusahaan manufaktur, antara lain:
Rekening persediaan perusahaan manufaktur:
  • Persediaan bahan baku
  • Persediaan bahan pembantu
  • Persediaan barang dalam proses
  • Persediaan barang jadi
Rekening biaya produksi:
  • Biaya bahan baku; biaya angkut pembelian bahan baku
  • Biaya tenaga kerja langsung; insentif, upah langsung
  • Biaya overhead pabrik (bop); sewa pabrik, asuransi pabrik, listrik, air, penyusutan
  • Harga pokok produksi

Metode Pencatatan Persediaan

Metode Pencatatan Persediaan perusahaan manufaktur

Metode pencatatan persediaan perusahaan manufaktur ada 2, yaitu:
  1. Metode pencatatan periodikal
  2. Metode pencatatan perpetual

Metode Pencatatan Periodikal

Metode pencatatan periodikal adalah metode di mana mutasi jumlah barang tidak dicatat, baik pada saat pembelian atau saat digunakan untuk produksi.
Jurnal yang timbul dari transaksi yang berkaitan dengan barang adalah sebagai berikut:

Pembelian Bahan Baku/Pembantu:

(Debit) Pembelian           Rp xxx
(Kredit) Hutang Dagang/Kas        Rp xxx

Pemakaian Baku/Pembantu:

Tidak dijurnal

Penjualan Barang Jadi:

(Debit) Piutang Dagang       Rp xxx
(Kredit) Penjualan                           Rp xxx

Proses penyesuaian di akhir periode:

Mencatat nilai persediaan Akhir :
(Debit) Persediaan Bahan Baku (Akhir)      Rp xxx
(Kredit) Ihtisar Pabrikasi (Bahan)                          Rp xxx
(Debit) Persediaan Barang Dalam Proses (Akhir)        Rp xxx
(Kredit) Ihtisar Pabrikasi (Barang Dalam Proses)               Rp xxx
(Debit) Persediaan Barang Jadi (Akhir)           Rp xxx
(Kredit) Ihtisar Laba Rugi (Barang Jadi Akhir)        Rp xxx

Mencatat nilai persediaan Awal (pembalik pada awal periode) :

(Debit) Ihtisar Pabrikasi (Bahan)                Rp xxx
(Kredit) Persediaan Bahan Baku (Awal)                  Rp xxx
(Debit) Ihtisar Pabrikasi (Barang Dalam Proses)         Rp xxx
(Kredit) Persediaan Barang Dalam Proses (Awal)                Rp xxx
(Debit) Ihtisar Laba Rugi (Barang Jadi Awal)          Rp xxx
(Kredit) Persediaan Barang Jadi (Awal)                             Rp xxx

Format Laporan Laba Rugi dengan menggunakan metode perpetual adalah sebagai berikut:

Format Laporan Laba Rugi perusahaan manufaktur
contoh format laporan laba rugi perusahaan manufaktur

Metode Pencatatan Persediaan Perpetual

Metode Pencatatan Persediaan Perpetual pada perusahaan manufaktur
Metode pencatatan persediaan perpetual adalah metode pencatatan persediaan di mana mutasi jumlah barang selalu dicatat.
Baik jumlah barang saat pembelian maupun saat digunakan untuk proses produksi.
Jurnal yang timbul dari penggunaan metode pencatatan persediaan perpetual adalah sebagai berikut:

Pembelian Bahan baku dan pembantu:

(Debit) Persediaan Bahan Baku              Rp xxx
(Debit) Persediaan Bahan Pembantu      Rp xxx
(Kredit) Hutang Dagang /Kas                                       Rp xxx

Pemakaian Bahan baku dan pembantu :

(Debit) BDP Biaya Bahan Baku      Rp xxx
(Kredit) Persediaan Bahan Baku               Rp xxx
(Debit) BDP Overhead Pabrik – Bahan Pembantu      Rp xxx
(Kredit) Persediaan Bahan Pembantu                                  Rp xxx

Pemakaian/Pencatatan Biaya Upah dan Overhead:

(Debit) BDP Upah Langsung        Rp xxx
(Kredit) Hutang Gaji/Upah                      Rp xxx
(Debit) BDP Overhead Pabrik Sesungguhnya     Rp xxx
(Kredit) Persediaan Bahan Pembantu                         Rp xxx
(Kredit) Kas/hutang Biaya                                            Rp xxx

Mencatat laporan Barang Jadi Hasil Produksi:

(Debit) Persediaan Barang Jadi     Rp xxx
(Kredit) BDP Biaya Bahan Baku                   Rp xxx
(Kredit) BDP Upah Langsung                       Rp xxx
(Kredit) BDP Overhead Pabrik                      Rp xxx

Mencatat laporan Barang Dalam Proses Akhir Periode:

(Debit) Persediaan Barang Dalam Proses         Rp xxx
(Kredit) BDP Biaya Bahan Baku                                  Rp xxx
(Kredit) BDP Upah Langsung                                      Rp xxx
(Kredit) BDP Overhead Pabrik                                     Rp xxx

Penjualan Barang Jadi :

(Debit) Piutang Dagang     Rp xxx
(Kredit) Penjualan                        Rp xxx
(Debit) Harga Pokok Penjualan        Rp xxx
(Kredit) Persediaan Barang Jadi                Rp xxx

Proses penyesuaian di akhir periode:

Mencatat nilai persediaan Akhir (selisih antara catatan dan stock opname):
(Debit) Selisih persediaan            Rp xxx
(Kredit) Persediaan Bahan Baku              Rp xxx
(Kredit) Persediaan Barang Jadi               Rp xxx

Dan format Laporan Laba Rugi menggunakan pencatatan persediaan perpetual adalah sebagai berikut:

Contoh Bentuk Laporan Laba Rugi Perusahaan Manufaktur

PERUSAHAAN DAGANG

Pengertian Perusahaan Dagang

Secara umum, pengertian perusahaan dagang adalah suatu bentuk perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan barang dimana aktivitas utamanya adalah membeli, menyimpan, dan menjual kembali barang-barang dagang untuk mencari keuntungan tanpa memberikan nilai tambah pada barang-barang tersebut.
Dengan kata lain, perusahaan dagang (trading company) membeli suatu barang dengan tujuan untuk dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi tanpa perlu memberi nilai tambah pada barang tersebut. Dalam hal ini yang dimaksud dengan memberikan nilai tambah adalah mengolah, mengubah bentuk/ sifat barang, sehingga nilai jualnya lebih tinggi.
Keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan adalah dari selisih harga jual-beli barang. Adapun beberapa jenis barang yang diperjualbelikan diantaranya;
  • Bahan baku
  • Barang setengah jadi
  • Barang jadi
  • Barang komoditas
  • Barang hasil industri

Karakteristik dan Ciri-Ciri Perusahaan Dagang

Suatu bentuk perusahaan dapat dikenali dari karakteristik dan ciri-cirinya. Adapun karakteristik dan ciri-ciri perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan adalah sebagai berikut:
  1. Aktivitas utamanya adalah membeli, menyimpan, dan menjual kembali barang-barang dagang.
  2. Perusahaan tidak melakukan proses produksi terhadap barang-barang yang dijual.
  3. Keuntungan yang diperoleh berasal dari Penjualan dikurangi biaya pembelian dan biaya operasional.
  4. Bentuk usaha yang dilakukan adalah membeli dan menjual kembali barang-barang dagang tanpa ada proses pengolahan.
  5. Kegiatan akuntansi pada perusahaan ini menggunakan akun persediaan barang, dimana perhitungan harga pokok penjualan dan laporan laba rugi memakai bentuk single step dan multiple step.

Jenis-Jenis Perusahaan Dagang

Secara umum, bentuk perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan dapat dibedakan dalam dua jenis, yaitu:

1. Berdasarkan Produk yang Diberdayakan

  • Barang Produksi, yaitu perusahaan yang memperjualbelikan produk berupa bahan baku (raw material) sebagai bahan dasar membuat produk atau peralatan produksi untuk menghasilkan produk baru. Misalnya; mesin bubut, benang, kayu gelondongan, dan lainnya.
  • Barang Jadi, yaitu perusahaan yang memperjualbelikan produk jadi atau produk yang siap digunakan oleh konsumen. Misalnya; pakaian, televisi, meja, dan lainnya.

2. Berdasarkan Jenis Konsumen

  • Perusahaan Besar (Wholesaler), yaitu perusahaan yang membeli produk secara langsung dari pabrik dalam jumlah besar, dan cara menjualnya pun dalam jumlah yang besar juga. Misalnya; pedagang grosir.
  • Perusahaan Perantara (Middleman), yaitu perusahaan perantara yang membeli barang dagang dalam jumlah besar dan dijual kembali ke perusahaan retail dalam jumlah sedang. Misal; pedagang sub grosir.
  • Perusahaan Retail/ pengecer (Retailer), yaitu perusahaan yang berhubungan langsung dengan konsumen akhir dimana konsumen dapat membeli barang secara eceran. Misalnya; pasar swalayan, kios, warung.

Kegiatan Utama Perusahaan Dagang

Bentuk perusahaan ini memiliki beberapa kegiatan utama yang saling berhubungan satu dengan lainnya. Mengacu pada pengertian yang dijelaskan di atas, adapun kegiatan utama usaha dagang adalah sebagai berikut:
  1. Pembelian, yaitu kegiatan perusahaan yang mencakup pembelian aktiva perusahaan, pembelian barang-barang dagang, dan pembelian barang lainnya untuk kegiatan usaha.
  2. Pengeluaran uang, yaitu kegiatan perusahaan yang mengeluarkan uang untuk membeli barang/ jasa, membayar pajak, membayar utang, dan keperluan lainnya yang berhubungan dengan kegiatan usaha.
  3. Penjualan, yaitu kegiatan perusahaan menjual barang-barang perdagangan untuk memperoleh pendapatan atau keuntungan.
  4. Penerimaan uang, yaitu kegiatan perusahaan yang berhubungan dengan penjualan barang. Penjualan barang akan sertai dengan penerimaan uang yang diperoleh dari pembayaran, pelunasan, piutang, penjualan barang, dan lain-lain.

Contoh Perusahaan Dagang

Ada banyak sekali contoh perusahaan perdagangan yang ada di sekitar kita, diantaranya adalah sebagai berikut:
No.Nama PerusahaanJenis PerusahaanBarang yang Dijual
1PT. BestoolindoWholesalerPeralatan Teknik / Alat-Alat Mekanik. Kennedy, Senator, Sherwood, Oxford, Tuffsafe, Yamaloy, Edison, Matlock, Indexa ,Osaki, Q-Torq, Atlas, Sherlock, dan lain-lain.
2PT Indomarco Prismatama (Indomaret)RetailerKebutuhan konsumen akhir, mulai dari kebutuhan pokok, sekunder, dan tersier.
3PT Matahari Putra Prima Tbk (Hypermart)RetailerKebutuhan rumah tangga untuk konsumen akhir. Bahan pangan, pakaian, dan lain-lain.
4PT Hero Supermarket Tbk (Hero Supermarket)RetailerBarang keperluan konsumen akhir. Bahan pangan, pakaian, dan lain-lain.

PERUSAHAAN JASA

Pengertian Perusahaan Jasa


Apa itu Perusahaan jasa? Pengertian Perusahaan Jasa adalah suatu perusahaan yang menjual dan menawarkan produk dalam bentuk pelayanan jasa. Sama halnya ketika seseorang mendirikan badan usaha yang menghasilkan produk tertentu dan kemudian dijual kepada konsumen untuk mendapatkan keuntungan, hal tersebut juga berlaku pada badan usaha jasa.
Perusahaan jasa atau sering disebut sebagai perusahaan penyedia layanan jasa menawarkan keahlian tertentu yang bermanfaat untuk konsumen. Misalnya pada bisnis jasa travel, jasa penjualan tiket, jasa akupuntur, jasa laundry, jasa keuangan, maupun produk jasa lainnya yang kini sudah berkembang di Indonesia.

Pengertian Perusahaan Jasa Menurut Para Ahli

Untuk memudahkan kita memahami apa itu perusahaan jasa, maka kita bisa merujuk kepada pendapat beberapa ahli berikut ini:

1. Philip Kotler


Menurut Philip Kotler, pengertian perusahaan jasa adalah perusahaan yang menawarkan suatu tindakan bersifat abstrak atau tidak berwujud dan tidak menyebabkan perpindahan kepemilikan pada orang lain.

2. Christian Gronross

Menurut Christian Gronross, pengertian perusahaan penyedia jasa adalah perusahaan yang dalam kegiatannya terdiri dari serangkaian aktivitas intangible yang terjadi antara pelanggan dan pegawai jasa untuk mengatasi masalah pelanggan.

3. Djaslim Saladin

Menurut Djaslim Saladin,  perusahaan jasa adalah badan usaha yang melakukan kegiatan yang tidak berwujud dan tidak menghasilkan kepemilikan yang ditawarkan suatu pihak ke pihak lainnya.

4. Norman

Menurut Norman, pengertian perusahaan penyedia jasa adalah perusahaan yang melakukan tindakan atau interaksi berupa kontak sosial antara produsen dan konsumen yang lebih dari sekedar hasil suatu yang tidak terhalang.

5. Adrian Payne

Menurut Adrian Payne, perusahaan jasa adalah perusahaan yang melakukan aktivitas ekonomi yang memiliki nilai atau manfaat intangible, dimana terdapat interaksi dengan konsumen atau dengan barang miliki tapi tidak menghasilkan transfer kepemilikan.

Karakteristik Perusahaan Jasa

Mengacu pada pengertian badan usaha jasa maka berikut ini beberapa karakteristik badan usaha jasa:

1. Kegiatan Utamanya Adalah Menjual Jasa

Sesuai dengan pengertian badan usaha jasa dimana perusahaan ini menjual produk berupa jasa yang bermanfaat dan dibutuhkan konsumen. Sehingga kegiatan utama dalam operasional perusahaan adalah menjual dan menawarkan jasa.

2. Tidak Menyediakan Produk dalam Bentuk Fisik

Umumnya pada perusahaan penyedia jasa tidak menyediakan produk dalam bentuk fisik atau barang. Badan usaha jasa menjual produk-produk yang tidak dapat disimpan dan tidak kasat mata (abstrak) namun manfaatnya dapat dirasakan.

3. Bisa Membutuhkan atau Tidak Membutuhkan Barang Berwujud

Tergantung dari jenis usaha jasa yang didirkan, bisa membutuhkan atau tidak membutuhkan barang berwujud. Misalnya dalam bisnis jasa travel, tentu membutuhkan armada untuk konsumen yang memesan jasa travel. Beda halnya jika membangun jasa keuangan maka tidak membutuhkan produk nyatanya.

4. Produk Jasa Tidak Bisa Sama Persis Antar Konsumen

Jika Anda menjual produk berwujud dimana barang yang dijual antar konsumen akan memiliki wujud dan hasil yang sama. Lain halnya pada badan usaha jasa dimana hasil jasa yang akan diterima setiap konsumen bisa jadi berbeda dengan konsumen lain. Misalnya dalam hal kualitas jasa atau kemampuan pemberi jasa.

5. Harga Jasa Tidak Dapat Dipatok General

Umumnya, konsumen yang membutuhkan produk jasa memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Sehingga harga jasa tidak dipatok secara general atau umum dan tergantung dari kebutuhan konsumen.

6. Tidak Ada Harga Pokok Produksi dan Penjualan

Karena pada perusahaan jasa biasanya tidak membutuhkan bahan baku produksi yang berwujud, maka dalam pelaporan keuangan tidak bisa dilihat harga pokok produksi dan penjualan karena tidak ada patokan biaya yang dikeluarkan untuk bahan-bahan produksi. Sehingga dalam laporan keuangan hanya terdapat unsur pendapatan dan biaya lain-lain untuk perhitungan laba-rugi.

Kelebihan dan Kekurangan Perusahaan Jasa

Sama seperti jenis usaha lainnya, perusahaan penyedia jasa juga memiliki kelebihan dan kekurangan tertentu. Berikut ini adalah beberapa kelebihan dan kekurangan jenis usaha yang satu ini:

1. Kelebihan Usaha Jasa

  • Dengan berbisnis jasa tidak membutuhkan tempat untuk display produk sehingga dalam hal sewa tempat usaha akan lebih hemat.
  • Tidak memerlukan tempat untuk penyimpanan barang atau gudang.
  • Pada badan usaha jasa tertentu tidak membutuhkan banyak karyawan sehingga menghemat pengeluaran gaji karyawan.

2. Kekurangan Usaha Jasa

  • Strategi promosi membutuhkan testimoni pelanggan sebanyak-banyaknya karena tidak ada produk yang bisa digunakan untuk demo.
  • Meskipun ada komplain, namun dalam badan usaha jasa tidak bisa mengembalikan apa yang sudah dibeli (diretur)

Wednesday, September 25, 2019

PERBEDAAN AKUNTANSI JASA , DAGANG DAN MANUFAKTUR


Dalam dunia bisnis, kita akan dikenalkan pada tiga macam usaha berbeda yang tentunya sedikit memengaruhi bentuk akuntansi dari pencatatan keuangannya. Tiga jenis usaha yang mempengaruhi pencatatan akuntansinya tersebut adalah perusahaan dagang, perusahaan manufaktur, dan perusahaan jasa.

Perusahaan dagang memperoleh produk persediaan dari supplier dalam bentuk bahan jadi untuk di jual kembali. Perusahaan ini hanya melakukan penjualan kembali dan mengambil selisih penjualan sebagai keuntungan bisnis. Perusahaan manufaktur memperoleh produk yang dibuat dari bahan mentah menjadi bahan baku atau bahan jadi. Sedangkan perusahaan jasa tidak memiliki persediaan barang untuk di pasarkan. Tetapi produk mereka bersifat tidak berwujud seperti perusahaan dagang atau manufaktur. Produk mereka terlihat berupa hasil jasa mereka. Sehingga dalam pencatatan akuntansi mereka  hanya akan terlihat pada bagian persediaan dan pembelian saja. Dengan kata lain dapat kita ringkas sebagai berikut.
Perusahaan Dagang
Perusahaan Manufaktur
Perusahaan Jasa
Persediaan
Barang Dagang
– Bahan Baku
– Persediaan dalam proses produksi
– Persediaan bahan pembantu
– Persediaan barang jadi
Tidak memiliki persediaan
Pembelian
Ada
Ada
Langsung dimasukkan dalam peralatan atau perlengkapan
Harga
Ada harga pokok penjualan (HPP)
Ada harga pokok penjualan (HPP)
Tidak ada harga pokok penjualan (HPP)
Akuntansi Biaya
Tidak ada akuntansi biaya
Ada akuntansi biaya
Tidak ada akuntansi biaya

Pada perusahaan jasa, proses penjualan dan produksi jasa berlangsung ketika ada kesepakatan antara perusahaan dan konsumen. Oleh karena itu, dari sudut pandang akuntansi hanya ada dua transaksi utama pada perusahaan jasa, yaitu transaksi administratif dan penjualan jasa. Adapun tahapan dalam siklus akuntansi perusahaan jasa adalah sebagai berikut.

1. Pencatatan, terdiri atas penjurnalan dan pemindahbukuan (posting).
2. Pengikhtisaran (ringkasan),  tahap ini dilakukan setelah tahap pencatatan selesai dilakukan. Pada tahap ini dibuat ringkasan dari pengaruh seluruh transaksi keuangan yang terjadi selama periode yang bersangkutan. Ringkasan tersebut terlihat dalam saldo akhir dari setiap akun buku besar. Selanjutnya, saldo setiap akun tersebut dicatat dalam dokumen tersendiri yang disebut neraca saldo (trial balance). Kegiatan akuntansi yang dilakukan pada tahap pengikhtisaran meliputi penyusunan neraca saldo, pembuatan jurnal penyesuaian, penyusunan kertas kerja (neraca lajur), pembuatan jurnal penutup, neraca saldo setelah penutupan,
3. Pembuatan Laporan Keuangan, yang meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, dan laporan arus kas.

Kemudian muncul kasus yang terkadang membuat orang bingung, misalnya, bagaimana dengan perusahaan jasa perawatan wajah atau salon yang juga menjual produk-produk kecantikan? Itu mudah saja, Anda tinggal memasukkan apa yang menjadi bagian dari perusahaan dagang ke perusahaan jasa tersebut. Menggabungkan biaya yang timbul dan melakukan perhitungan harga pokok penjualan. Dan untuk hasil dari jasa perawatan wajah tentunya harus memiliki pos terpisah sehingga dalam bisnis tersebut ada 2 penghasilan yaitu hasil penjualan barang dan pendapatan jasa perawatan.